SABAR DAN IKHLAS
Firman Allah Swt dalam surat Al-Baqarah ayat 153 :
اعوز بالله من الشيطان الرجيم . بسم الله الرحمان الرحيم
ياايها الذين اْمنوا استعينوا بالصبر والصلاة , ان الله مع الصابرين
(153)
Artinya : wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar
dan Shalat, sesungguhnya Allah Swt itu beserta orang-orang yang sabar (QS.2:153).
Bila situasi dan kondisi keadaan kita sesuai dengan harapan yang kita
inginkan, kita bersemangat dan kuat dalam menjalaninya, badan sehat dan bugar,
keuangan sedang berada, semangatnya luar biasa. Tapi bila sebaliknya, badan
sedang kurang sehat, keuangan pun sedang sempit, keadaan sedang tidak
bersahabat maka kita pun lemah dan tidak bersemangat,badan terasa letih dan
lesu dalam menjalaninya.
Setiap orang pasti punya masalah, pasti pernah mengalami hal-hal yang tidak
sesuai dengan keinginan, namun bila di jalani dengan sabar dan ikhlas maka ia
akan tetap semangat dan kuat dalam menjalaninya.
Sabar dan ikhlas adalah ilmu tingkat tinggi, bila kita memilikinya maka
akan bisa mengeluarkan tenaga dalam yang luar biasa, walaupun kondisi badan
sedang sakit, keuangan sedang sempit, situasi yang rumit, namu kita tetap tegar
kuat dan semangat dalam menghadapi dan menjalaninya.
Dalam Kitab Tafsir Shawi Juzuk I Halaman 100 di jelaskan bahwa sabar terbagi kepada tiga bagian :
1. Sabar atas ta’at dan ibadah dengan cara selalu mengerjakannya.
Walaupun capek-capek, susah dalam beribadah tetap sabar untuk mengerjakannya.
2. Sabar dari maksiat dengan cara selalu meninggalkannya.
Walaupun punya keinginan dan kemauan sangat bernafsu untuk melakukannya tetap sabar untuk meninggalkannya.
3. Sabar atas bala dan musibah dengan cara selalu bersyukur dan menuji Allah Swt.
Dari tiga bagian sabar tersebut yang paling besar fadhilahnya adalah sabar
dari maksiat dan yang paling rendah adalah sabar atas bala atau musibah, karna ada warid dalam hadis yang menjelaskan bahwa :
Orang yang sabar atas bala dan musibah yang menimpanya, akan di angkat
derajatnya oleh Allah Swt 300 derajat, jarak di antara perderajat sama seperti
jarak di antara langit dan bumi.
Orang yang sabar atas ta’at dan ibadah, akan di angkat derajatnya oleh
Allah Swt 600 derajat, jarak di antara perderajat sama seperti jarak dua kali
lipat langit dan bumi.
Orang yang sabar dari maksiat, akan di angkat derajatnya oleh Allah Swt 900
derajat, jarak di antara perderajat sama seperti jarak tiga kali lippat langit
dan bumi.
Bisa di bayangkan tingginya kemulian derajat kita bila sanggup untuk
bersabar, kita bandingkan dengan derajat hidup di dunia dari masyarakat biasa
naik derajatnya menjadi kepala lorong, naik lagi menjadi kepala dusun, kepala
desa, camat, gubenur dan terakhir presiden, bagaimana mulianya seorang presiden
dengan yang di bawahnya, denagn sabar bukan sebatas presiden tapi tiga ratus,
enam ratus sampai sembilan ratus derajat tingkatan kemuliaannya.
Al Kisah ada seorang sahabat Nabi Saw yang bernama Imran Bin Husen, beliau
mendapatkan bala musibah berupa penyakit bawasir yang acap kali mengeluarkan darah,
setiap hari beliau tidak melewatkan waktu untuk bersama Rasulullah Saw, dalam
majelis ilmu-Nya, dalam majelis Zikir-Nya dan dalam tempat-tempat yang lain,
namun beliau tak bisa berlama-lam karna penyakitnya.
Dalam hal demikian beliau ingin berlama-lama berada bersama dengan
Rasulullah Saw dan tak ingin melewatkan fadhilahnya, sehingga pada suatu hari
beliau meminta kepada Rasulullah Saw untuk berdoa agar di angkat bala di sembuhkan
penyakitnya, Rasul pun berdoa dan penyakitnya pun sembuh.
Selang tiga hari beliau mengadu kepada Rasulullah Saw, ``ya Rasulullah Saw,
dulu di saat aku sakit hampir tiap malam aku di datangi oleh Malaikat dan
bersalaman dengan ku, tapi setelah aku sembuh tidak pernah lagi aku mengalami
yang demikian, Rasul pun menjawab, ``dulu engkau di datangi Malaikat dan di
salaminya karna engkau bersabar dengan sakitmu, sekarang engkau sudah sembuh
maka kejadian itu tak terulang lagi, sambil menangis Imran Bin Husen pun
menyesal dan memohoh kepada Rasul Saw untuk mendoakannya agar di kembalikan
penyakit dulu, dan setelah itu pun beliau kembali di datangi Malaikat dan Di
salaminya.
Beliau manusia biasa seperti kita, tapi karna buah fadhilah dari
kesabarannya, Allah Swt mengangkat hijabnya hingga bisa melihat Malaikat dan
Allah Swt Mengangkat derajatnya hingga bisa saling berjabat tangan dengan
Malaikat, ini masih fadhilah sabar atas bala, bayang bila sabar dari maksiat
yang fadhilahnya lebih besar dari itu.

Komentar
Posting Komentar