Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Menghadap Sutrah Ketika Shalat

Gambar
  Menghadap Sutrah dalam Shalat. Di sunatkan Shalat menghadap sutrah (pembatas). Sutrah ada empat martabat (tingkatan) : Pertama : Dinding atau Tiang. Kedua : Tongkat atau kayu yang di dirikan/di tancapkan. Ketiga : Hamparan Sajadah, dan semisal dengannya pula tumpukan barang atau gundukan tanah. Keempat : Garis secara memanjang di samping kiri atau kanan, pendapat Syeh Ibnu Hajar boleh garis secara lintang di depan. Di sunatkan menjadikan sutrah ini di sebelah kanan atau kirinya, di makruhkan sutrah tepat di hadapannya. Sutrah imam bisa menjadi sutrah makmum yang di belakangnya, shaf yang di depan bisa menjadi sutrah bagi yang di belakangnya. Jika bersamaan/bertentangan antara Shalat menghadap sutrah dengan Shalat pada shaf yang pertama maka di dahulukan Shalat menghadap sutrah. Syarat-syarat sutrah : Pertama : Jarak maximal antara tumit dan sutrah adalah tiga hasta. Kedua : Tingginya minimal 2/3 hasta (khusus untuk martabat pertama dan kedua). Ketiga :...

Tanbih/Memberi tahu orang lain sedangkan kita lagi Shalat

Gambar
  Tambih/Memberi tahu orang lain dalam Shalat. Tambih ( memberi tahu ) di dalam Shalat terbagi dua : Pertama Tambih Mandub (Sunat). Yaitu seperti memberi tahu kepada imam yang lupa dan memberi tahu kepada orang yang minta izin masuk rumahnya. Cara memberi tahunya adalah dengan bertasbih (mengucap Subhanallah) bagi laki-laki dan dengan menepuk tangan bagi perempuan. Menepuk tangan ada delapan cara : 1.      Menepuk telapak tangan kanan ke zahir tangan kiri. 2.      Menepuk zahir tangan kanan ke telapak tangan kiri. 3.      Menepuk telapak tangan kanan ke telapak tangan kiri. 4.      Menepuk zahir tangan kanan ke zahir tangan kiri. 5.      Menepuk telapak tangan kiri ke zahir tangan kanan. 6.      Menepuk zahir tangan kiri ke telapak tangan kanan. 7.      Menepuk telapak tangan kiri ke telapak tangan kanan. 8.  ...

Mengorbankan Ikatan Dengan Makhluk Demi Merajut Mahabbah Dengan Khaliq

Gambar
  Mengorbankan ikatan dengan makhluk demi merajut mahabbah dengan Khaliq. HR, At-Tarmizi : ما عمل ابن أدم   يوم النحر من عمل   أحب الي الله تعالي من إراقة الدام Amalan yang paling disukai Allah Swt pada hari Nahar adalah menumpahkan darah Qurban. Dari sekian banyak amalan di hari raya Idul Adha, yang paling di sukai Allah Swt adalah berqurban . sehingga dari sekian banyaknya qurban ada qurban yang lebih afzal : Mula-mula qurban yang lebih afzal adalah Unta, kemudian sapi/lembu, kemudian kerbau, kemudian kebiri/domba, kemudian yang terahkir kambing. Lebih afzal satu orang berqurban dengan tujuh kebiri/kambing dari pada berqurban dengan satu unta/lembu/kerbau . dan lebih afzal satu orang berqurban dengan satu kebiri/kambing dari pada musyarakah/berkongsi pada satu unta/lembu/kerbau. Hadist : عظموا   ضحاياكم   فإنها يوم القيامة   مطاياكم Besarkanlah atau muliakanlah qurbanmu, sesungguhnya ia di hari kiamat akan menjadi kenderaanmu. Berq...

Momentum Hijrah Sebagai Cikal Bakal Untuk Berubah

Gambar
  Momentum Hijrah Sebagai Cikal Bakal Star Untuk Berubah. QS. Al-Baqarah ayat 218 : إن الذين أمنوا   والذين هاجروا   وجاهدوا   فى سبيل الله , أولائك يرجون   رحمة الله , والله غفور رحيم . Sesungguhnya orang yang beriman dan orang yang berhijrah dan berjihad pada jalan Allah Swt, mereka mengharapkan Rahmat Allah Swt, dan Allah Swt maha Pengampun dan Penyayang. Rajak (harapan) dari orang yang berhijrah adalah mendapatkan Rahmat Allah Swt dan Khauf (kecemasan) dari mereka adalah laknat Allah Swt. Dari gambaran besar kehidupan, kita bisa mengkategorikan Hijrah menjadi tiga kategori yang semuanya adalah berpindah dan berubah kepada yang lebih baik. Yang Pertama adalah Hijrah Mahal atau Hijrah Zahiriyah . Berpindah tempat, dari tempat yang di istilahkan dengan Maq’ad, Hijrak ketempat yang namanya Majelis, QS Al-Jin ayat 9, menjelaskan tentang tempat yang istilahnya Maq’ad : و أنا   كنا   نقعد منها مقاعد للسمع , فمن يستمع    ...

Mengharapkan KAUTSAR jauh dari ABTAR

Gambar
  Mendapatkan Kautsar dan terhindar dari Abtar. Suatu hari ‘Ash bin Wail bertemu dengan Nabi Saw di pintu mesjid, setelah berbincang-bincang dengan Nya, ‘Ash pun masuk da n di dalam ada kaum Qurasy yang lagi duduk-duduk, merekapun bertanya “ngomong-ngomong tadi kamu bicara sama siapa”?, ‘Ash menjawab “itu tadi orang abtar (yang putus keturunan), ‘Ash menjawab demikian di karenakan pada waktu itu Nabi Saw barusan wafat anak Nya yang bernama Qasim, bagi seseorang yang tidak mempunyai anak laki-laki maka tidak ada yang menyambung nasabnya sehingga di namakan orang yang putus nasab. Setelah kejadian itu Allah Swt menurunkan Surat Al-Kautsar sebagai pembelaan dan hiburan bagi Nabi Saw. إنّا أعطيناك الكوثر ۝   Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu Kautsar. Apa itu Kautsar ?, dalam kitab Tafsir Shawi terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan maksud dari Kautsar itu, ada yang bilang Kautsar itu adalah sungai di Syurga, ada juga yang bilang Kautsar itu kolam Nabi ...