Menghadap Sutrah Ketika Shalat
Menghadap Sutrah dalam Shalat. Di sunatkan Shalat menghadap sutrah (pembatas). Sutrah ada empat martabat (tingkatan) : Pertama : Dinding atau Tiang. Kedua : Tongkat atau kayu yang di dirikan/di tancapkan. Ketiga : Hamparan Sajadah, dan semisal dengannya pula tumpukan barang atau gundukan tanah. Keempat : Garis secara memanjang di samping kiri atau kanan, pendapat Syeh Ibnu Hajar boleh garis secara lintang di depan. Di sunatkan menjadikan sutrah ini di sebelah kanan atau kirinya, di makruhkan sutrah tepat di hadapannya. Sutrah imam bisa menjadi sutrah makmum yang di belakangnya, shaf yang di depan bisa menjadi sutrah bagi yang di belakangnya. Jika bersamaan/bertentangan antara Shalat menghadap sutrah dengan Shalat pada shaf yang pertama maka di dahulukan Shalat menghadap sutrah. Syarat-syarat sutrah : Pertama : Jarak maximal antara tumit dan sutrah adalah tiga hasta. Kedua : Tingginya minimal 2/3 hasta (khusus untuk martabat pertama dan kedua). Ketiga :...