Waspada dari Musuh
WASPADA DARI MUSUH
Dari sekian banyaknya musuh kita, ada satu yang jelas dan nyata
berdasarkan berita yang di sampaikan oleh yang maha benar Allah Swt.
Firman Allah Swt dalam surat Al-Baqarah ayat 208 :
اعوز بالله من الشيطان الرجيم . بسم الله الرحمان الرحيم
ياايها الذين اْمنوا ادخلوا في السلم كافة ولا تتبعوا خطوات الشيطان,
انهم لكم عدو مبين (153)
Artinya : wahai orang-orang yang beriman, masuklah dalam Agama Islam secara
kaffa dan jangan sekali-kali kamu mengikuti langkah-langkah syaitan,
sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu(QS.2:208).
Sejak kapan dia menyatakan bermusuhan dengan kita selaku manusia, yaitu di
saat dia tidak mau sujud kepada Nabi Adam As dan Allah Swt memutuskan bahwa dia
adalah makhluk terkutuk, sejat itulah mengilah daya berusaha sekuat tenaga
untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus menuju Syurga dan menjerumuskan
ke Neraka.
Firman Allah Swt dalam Surat Al-A’raf ayat 17 :
ثم لأاتينهم من بين ايديهم و من خلفهم وعن
ايمانهم وعن شمائلهم, ولاتجد اكثرهم شاكرين (17)
Artinya : akan aku datangi mereka dari pihak depan, dari belakang, dari
kana dan dari pihak kiri dan tidak Engkau dapati kebanyakan mereka bersyukur
(QS.7:17).
Dalam kitab Tafsir Shawi juzuk II halaman 81 saat mentafsirkan ayat
tersebut di jelaskan, syetan mendatangi manusia dari empat jihat, depan belakang kanan
dan kiri, padahal semua jihat ada enam di tambah jihat atas dan jihat bawah tapi
tidak di sebutkan, rahasianya adalah :
Dari jihat atas syetan tidak bisa mendatangi kita karna dari atas Allah Swt
senantiasa melimpahkan rahmat-Nya, sedangkan syetan membawa laknat, laknat dan
rahmat bertentangan.
Dari jihat bawah bukan tidak bisa tapi syetan tidak mau melakukannya karna
padanya ada satu sifat yang bernama sombong, bila ia datang dari bawah maka
otomatis akan menbuat dia rendah dan kita manusia lebih tinggi darinya, karna
sifat sombongnya dia sama sekali tidak mau toleran bila ada orang lain yang
lebih darinya walaupun itu berpotensi untuk menghasilkan tujuan.
Manusia yang mempunyai sifat sombong pun demikian, tidak mau rendah dari
orang lain, tidak mau orang lain lebih darinya, tidak mau dia datang kepada
orang lain walaupun untuk menghasilkan tujuan yang penting sekalipun.
Selanjutnya di jelaskan pula kenapa ibarat ayatnya berbeda, dari depan dan
belakang di ibaratkan dengan kata-kata من (min) sedangkan dari kanan dan kiri di ibaratkan dengan عن (‘an), rahasianya adalah karna dari depan
dan belakang mudah bagi syetan untuk mendatangi kita sedangkan dari kiri dan
kanan syetan bisa mendatangi kita tetapi sulit di karenakan di sisi kanan dan
kiri kita ada Malaikat penulis amalan yang selalu mengawasi.
Berbicara masalah musuh, musuh adalah sesuatu atau seseorang yang
berbahaya, sesuatu yang berbahaya sangat perlu bahkan wajib untuk di waspadai,
kewaspadaan itu akan nampak bila musuh benar-benar di anggab sebagai musuh,
tapi bila musuh sudah tak di anggap sebagai musuh bahkan lebih fatal lagi bila
musuh di anggap kawan berteman dengan musuh maka tidak akan wujud dan tidak
akan nampak kewaspadaan padanya.
Sebagai contohnya, di saat pandemi covid 19 banyak yang antisipasi waspada
dengan memakai masker, APD (alat perlindungan diri) bahkan sampai mau di suntik
karna menganggap covit itu berbahaya dan perlu waspada, tapi bagi sebagian
orang yang tidak menganggap itu berbahaya maka tidak perlu APD, tidak perlu
masker dan tidak nampak kewaspadaan padanya.
Begitupun musuh kita syetan, Rasulullah Saw sendiri yang maksum masih
memerlukan APD berlindung diri dari musuh syetan dan Allah abadikan
perlindungan Rasul tersebut dalam Al-Quran surat Al-Mukminun ayat 97 – 98,
apalagi kita.
Dalam syari’at Agama kita banyak sekali tempat-tempat yang di sunatkan
untuk memakai APD berlindung diri dari syetan, antara lain :
Di saat hendak masuk WC, WC adalah tempatnya musuh kita syetan maka
di anjurkan untuk berlindung diri dengan cara mengucapkan ta’awuz. Bagi
sebagian orang yang tidak menganggap musuh itu berbahaya maka tidak nampak
kewaspadaannya di saat masuk ke dalam markasnya syetan.
Di saat menguap, menguap sumbernya adalah dari syetan, sehingga
dalam sebuah hadis Nabi Saw menyatakan ``Allah Swt menyukai bersin dan membenci
menguap``, bersin bersumber dari Allah Swt sehingga setelah bersin di sunatkan
untuk mengucapkan tahmid sedangkan menguap dari syetan sehingga di sunatkan
untuk mengucapkan ta’awuz. Di saat menguap di anjurkan untuk menahannya jangan
sampai terbuka mulutnya, bila terbuka di sunatkan menutupnya dengan sebelah
luar tangn kiri dan mengucapkan ta’awuz, bila tidak maka saat itu syetan
bersorak gembira karna berhasil membuat kita berteman dengannya.
Di dalam Shalat sebelum membaca basmalah fatihah di sunatkan pula
untuk mengucapkan ta’awuz, hingga dalam Shalatpun kita harus waspada terhadap
musuh yang namanya syetan, jangan sampai syetan menyatakan ``hai itu orang lagi
Shalat, tak apa-apa karna ia teman kita`` kenapa ia menyatakan kita temannya
karna kita tidak memakai APD berlindung diri dari nya, tidak menganggap syetan
sebagai musuh, tidak nampak kewaspadaan pada kita.
Waspada waspada dan waspadalah jangan lengah !
Tgk Firman Syukria

Komentar
Posting Komentar