Yang di haramkan dengan sebab hadas kecil dan besar

 


Tidah sedikit orang yang tidak tahu tentang hal-hal yang di haramkan apabila dirinya tidak berwudhuk/berhadas kecil dan atau berhadas besar, sehingga terjadilah fenomena dimana orang melakukan perbuatan yang fatal/haram dalam kondisi biasa-biasa saja tanpa merasa bersalah.

Nah disini kami mencoba untuk menjabarkan hal-hal tersebut agar sedikit banyaknya bisa di jadikan referensi karna apa yang tertulis disini kami nukilkan dari kitab Syarah Qurratul ‘ain Fathul Mu’in dimana kitab ini banyak dijadikan sebagai rujukan dalam beramal mengamalkan ajaran Syariat Agama Islam secara keseluruhan.

Hal atau perkara yang di haramkan dengan sebab hadas kecil.

1. Shalat, walaupu Shalat sunat.

-  Kecuali bagi si daim hadas (orang yang berkekalan di dalam hadas);

-     Kecuali si faqit thuhurain (orang yang tidak mendapatkan air dan tanah).

Bagi keduanya tidak di haramkan untuk Shalat tetapi Shalatnya untuk hormat waktu saja.

2. Tawaf.

3. Sujud tilawah atau sujud syukur.

4. Mengangkat Al-Quran.

-      Termasuk mengangkat sesuatu yang tertulis ayat Al-Quran padanya walaupun sebagian ayat, seperti yang tertulis pada papan tulis untuk belajar.

-        Tidak di haramkan bila tujuan di tulis bukan untuk belajar seperti untuk tabarruk dan seperti lukisan, iktibar tujuan tersebut yaitu di saat menulis bukan setelahnya, iktibarnya pada tukang tulis atau orang lain yang menyuruhnya dengan ppakai uapah/imbalan.

- Tidak mengapa mengangkatnya beserta barang yang lain dengan tiada tujuan mengangkat Al-Quran.

-  Tidak mengapa mengangkatnya bila ada terjemahan, tafsir atau tulisan lain selain ayat dengan catatan lebih banyak tulisan lain.

-     Tidak mengapa mengangkatnya bagi si sabi yang telah mumayyiz bila untuk keperluan belajar.

5. Menyentuh Al-Quran atau lembarannya.

-        Di haramkan menyentuhnya walaupun pada bagian yang kosong tiada tulisan.

-    Tidak mengapa membalikkan lembarannya dengan kayu atau semacamnya bila tiada tersentuh dan tiada terangkat lembarannya.

-    Di haramkan untuk menyerahkan Al-Quran kepada anak kecil yang belum mumayyiz.

-  Di haramkan menulis Al-Quran dengan bahasa ‘ajam tanpa bahasa arabnya.

-   Di haramkan menaruh seumpama uang dalam Al-Quran.

-        Di haramkan merobek nya.

-     Di haramkan menelan tulisannya kecuali di larutkan dulu hingga tak nampak lagi tulisannya setelah itu baru di minum.

-      Di haramkan menjulurkan kaki di hadapan Al-Quran kecuali tempatnya lebih tinggi.

-   Di sunatkan berdiri karna memuliakannya sama seperti memuliakan orang alim/Ulama.

-     Di makruhkan membakarnya kecuali dengan tujuan untuk memeliharanya dari kehinaan, Saidina Usman As pun pernah melakukannya.

Sebagai tambahan yang di haramkan dengan sebab hadas besar.

1. Singgah/tetap di dalam Mesjid.

2. Membaca Al-Quran atau sebagian ayatnya.

-        Di haramkan membacanya bila di kasat membaca Al-Quran atau di gabungnya dengan kasat yang lain.

-        Di haramkan membacanya bila bersuara sekira-kira minimal terdengar oleh telinganya.

-        Tidak di haramkan bila di bacanya dengan tidak ada kasat Al-Quran.

Seperti dikasatnya membaca zikir, membaca do’a, membaca pelajaran, membaca kisah, di kasatnya menghafal, atau dengan tidak di kasat apapun.

Khusus bagi yang berhadas besar dengan sebab haiz atau nifas di haramkan baginya berpuasa.

Di wajibkan baginya untuk mengqadha puasa tidak mengqadha Shalatnya.

 

Tgk Firman Syukria (Nuqila min Kitab Fathul Mu’in ma’a Syarahnya juzuk 1 hal 65-70)

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUASA RAMADHAN

Mengobati Penyakit Marah

SHALAT TASBIH