Tanah Airku Yang Unik

 


Oleh Tgk Firman Syukria (28110)

Penyuluh Agama Islam

 

Indonesian negara yang unik, saya rasa ungkapan itu pantas kita sematkan untuk nusantara tanah air tercinta ini, bagaimana tidak, bila di timur tengah ada ungkapan negeri 1001 malam karna kekayaan minyaknya, Indonesia lebih dari itu, 1001 suku dengan kekayaan sukunya, 1001 pulau dengan kekayaan dan luas nusantaranya, 1001 bahasa dengan kekayaan logat daerahnya, dan yang terdepan adalah 1001 budaya dengan keberagaman Agama dan kekayaan budayanya.

Bila di negara lain bisa hidup besama dengan pluralismenya rasanya itu wajar karna keberagamannya tak sampai 1001 perbedaan yang ada di Nusantara kita, tapi di Indonesia wah dan wow itulah respeknya, tak cukup kata-kata untuk menggambarkan keunikannya. Perbedaan daham hubungan horizontal tidak berpengaruh kepada hubungan vertikalnya.

Literasi di Indonesia dari dulu telah lama tersirat dan tersurat dalam berbagai wahana, termasuk dari makna yang terkandung dalam sebuah kalimat yang telah terukir pada lambang Negara kita Pancasila yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” walaupun berbeda tetapi tetap satu jua, kalimat itu seolah-olah menjadi mantra yang mujarab untuk menyatukan keberagaman dan perbedaan dalam masyarakat bangsa Indonesia.

Banyak pendidikan dan program yang telah di jalankan untuk mengimplementasikan rangkaian makna dari dasar dan lambang negara Indoneia, Salah satu program yang terupdate sekarang sedang dan insyaa Allah terus berjalan sebagai pendukung Literasi keagamaan di Indonesia adalah Moderasi Beragama, bagaimana menerapkan sebuah konsep untuk bisa menumbuhkan sikap saling menghormati dan toleransi diantara perorangan atau kelompok-kelompok yang berbeda, baik bebeda pendapat dalam hal suku dan budayanya maupun beda pendapat dalam hal Agamanya, baik berbeda pendapat karna beda Agamanya maupun beda pendapat dalam satu Agama.

Kita lihat di sebagian daerah Nusantara, perayaan hari raya keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, waisak dan nyepi bisa di laksanakan secara tertib aman dan damai, memberikan kesempatan yang sama dalam menjalankan ibadahnya, melindungi kelompok-kelompok setiap Agama tanpa pilih dan pilah, masyarakat dan pemerintah sama-sama mengorganisasikan dirinya dan melibatkan diri dalam kegiatan keagamaan masing bermasing, ini merupakan sesuatu yang luar biasa dalam mengaplikasikan persatuan dan solidaritas tingkat tinggi.

Masyarakat menunjukkan bahwa toleransi bukan sebatas sikap saling menghormati tetapi juga saling membantu untuk mewujudkan suasana damai dan harmonis, semua orang menyukainya serta tidak ada Agama yang mengajarkan intoleran, kebencian dan kekerasan.

Di sinilah urgensinya peran LKLB, di mana LKLB lebih dari sebatas toleransi, LKLB adalah merupakan kerangka di mana seseorang terus mengembangkan Keimanannya (Kompetensi Pribadi) mengembangkan pengenalan pada yang berbeda (Kompetensi Komparatif) dan bahkan berkolaborasi bersama untuk mendatangkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia (Kompetensi Kolaboratif).

Di saat ada perayaan Agama yang berbeda, Masyarakat Indonesia bisa saling menghargai dan menghormati, ketika umat Islam merayakan Idul Fitri, umat Kristen, Hindu, Budha dan Agama lain ikut berpartisipasi dalam kebahagiaan dan kebersamaan, saling mengunjungi dan saling mengucapkan selamat bahkan saling membantu menyukseskan kegiatan dengan semangat persatua demi untuk kebahagiaan bersama. Bukan main literasinya.

Dalam hal kekerasan, secara prinsip setiap orang pasti menolak segala bentuk kekerasan, walaupun sebagian kecil mengerjakannya tetapi secara prinsipnya pasti menolak, harus di akui juga di Indonesia ada yang mengedepankan kekerasan namun masyarakat Indoneaia yang cinta damai dengan modal litetasi dan moderasi, mengedepankan dialog. Komunikasi, interaksi yang sehat dan konstruktif, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman Agama dan keyakinan, mengatasi kesalah pahaman yang sering kali menjadi akar permasalahan, mencari solusi terhadap konflik yang sudah terjadi, mengantisipasi akan sebab akibat dari perselisihan yang mungkin akan terjadi. sehingga Indonesia secara bersama-sama evektif menghasilkan Negara majmuk yang bisa bersatu dan bersama dalam perbedaan.

Konflik di poso yang terjadi antar Agama, bila hanya mengandalkan kekuatan otot tanpa memanfaatkan jernihnya fikiran mungkin sudah lama terselesaikan dengan pembasmian berkepanjangan, tapi inilah Indonesia menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah, konflik berkepanjangan yang terjadi di Aceh, penyelesaiannya pun dengan demikian hingga sekarang perselisihan bisa teratasi dan masyarakatnya pun sekarang bisa hidup bersama dalam kedamaian, keamanan dan kebahagiaan.

Dari dua konflik besar tersebut sudah mewakili berbagai macam konflik lain yang terjadi dalam Bangsa Indonesia dan dari dua kejadian tersebut pula sudah bisa menggambarkan bagaimana bijaksananya Bangsa kita dalam menyelesaikan masalah perselisihan sehingga masyarakatnya bisa akur hidup bersama-sama dalam perbedaan.

Bila kita menilik secara mendasar ada beberapa sebab yang menyebabkan masyarakat Indonesia secara khususnya tidak bisa akur, tidak bisa bersama-sama mewujudkan kenyamanan dan kedamaian dalam perbedaan, antaranya adalah karna permusuhan yang menyimpan sifat dendam sehingga berimbas kepada kelakuan dan kehidupan bermasyarakatnya.

Ada juga masyarakat Indonesia yang tidak bisa akur karna berambisi untuk mendapatkan jabatan atau kemuliaan yang di perebutkan satu sama lainnya, di saat ambisinya tak terpenuhi timbullah kebencian yang menyebabkan perselisihan dalam perbedaan.

Sebagian ada yang disebabkan karena sifat sombongnya yang berlebihan sehingga memandang hina kepada orang lain, di saat orang yang mendapatkan kelebihan maka sifat sombong itu mendorongnya untuk membenci orang lain, mengedepankan ego tanpa bisa dikendalikan oleh akal sehatnya.

Dari beberapa sebab ini mungkin bisa menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi masyarakat dan Bangsa kita dalam merajut keberagaman, menjadi benalu dalam individu atau kelompok masyarakat di bumi pertiwi ini sehingga kiat-kiat Literasi dan Moderasi terkendala.

Seberat apapun tantangan, sebesar apapun kendala dan benalu, dengan tekat dan semangat persatuan kita yakin pasti punya solusi untuk mengatasinya.

Bangga dengan bangsaku Indonesia, hidup dan jaya terus Nusantaraku tercinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUASA RAMADHAN

Mengobati Penyakit Marah

SHALAT TASBIH