Tanah Airku Yang Unik
Penyuluh
Agama Islam
Indonesian negara
yang unik, saya rasa ungkapan itu pantas kita sematkan untuk nusantara tanah
air tercinta ini, bagaimana tidak, bila di timur tengah ada ungkapan negeri
1001 malam karna kekayaan minyaknya, Indonesia lebih dari itu, 1001 suku dengan kekayaan sukunya, 1001 pulau dengan kekayaan dan luas nusantaranya, 1001 bahasa dengan kekayaan logat daerahnya,
dan yang terdepan adalah 1001 budaya dengan keberagaman Agama dan kekayaan budayanya.
Bila di negara
lain bisa hidup besama dengan pluralismenya rasanya itu wajar karna keberagamannya
tak sampai 1001 perbedaan yang ada di Nusantara kita, tapi di Indonesia wah dan
wow itulah respeknya, tak cukup kata-kata untuk menggambarkan keunikannya. Perbedaan
daham hubungan horizontal tidak berpengaruh kepada hubungan vertikalnya.
Literasi di
Indonesia dari dulu telah lama tersirat dan tersurat dalam berbagai wahana,
termasuk dari makna yang terkandung dalam sebuah kalimat yang telah terukir pada
lambang Negara kita Pancasila yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” walaupun berbeda
tetapi tetap satu jua, kalimat itu seolah-olah menjadi mantra yang mujarab
untuk menyatukan keberagaman dan perbedaan dalam masyarakat bangsa Indonesia.
Banyak pendidikan dan program yang telah di jalankan
untuk mengimplementasikan rangkaian makna dari dasar dan lambang negara
Indoneia, Salah satu program yang terupdate sekarang sedang dan insyaa
Allah terus berjalan sebagai pendukung Literasi keagamaan di Indonesia adalah Moderasi
Beragama, bagaimana menerapkan sebuah konsep untuk bisa menumbuhkan sikap
saling menghormati dan toleransi diantara perorangan atau kelompok-kelompok yang
berbeda, baik bebeda pendapat dalam hal suku dan budayanya maupun beda pendapat
dalam hal Agamanya, baik berbeda pendapat karna beda Agamanya maupun beda
pendapat dalam satu Agama.
Kita lihat di
sebagian daerah Nusantara, perayaan hari raya keagamaan seperti Idul Fitri,
Natal, waisak dan nyepi bisa di laksanakan secara tertib aman dan damai, memberikan
kesempatan yang sama dalam menjalankan ibadahnya, melindungi kelompok-kelompok setiap
Agama tanpa pilih dan pilah, masyarakat dan pemerintah sama-sama
mengorganisasikan dirinya dan melibatkan diri dalam kegiatan keagamaan masing
bermasing, ini merupakan sesuatu yang luar biasa dalam mengaplikasikan persatuan
dan solidaritas tingkat tinggi.
Masyarakat
menunjukkan bahwa toleransi bukan sebatas sikap saling menghormati tetapi juga
saling membantu untuk mewujudkan suasana damai dan harmonis, semua orang
menyukainya serta tidak ada Agama yang mengajarkan intoleran, kebencian dan
kekerasan.
Di sinilah
urgensinya peran LKLB, di mana LKLB lebih dari sebatas toleransi, LKLB adalah
merupakan kerangka di mana seseorang terus mengembangkan Keimanannya
(Kompetensi Pribadi) mengembangkan pengenalan pada yang berbeda (Kompetensi
Komparatif) dan bahkan berkolaborasi bersama untuk mendatangkan kemaslahatan
bagi seluruh umat manusia (Kompetensi Kolaboratif).
Di saat ada
perayaan Agama yang berbeda, Masyarakat Indonesia bisa saling menghargai dan
menghormati, ketika umat Islam merayakan Idul Fitri, umat Kristen, Hindu, Budha
dan Agama lain ikut berpartisipasi dalam kebahagiaan dan kebersamaan, saling
mengunjungi dan saling mengucapkan selamat bahkan saling membantu menyukseskan kegiatan dengan semangat persatua demi
untuk kebahagiaan bersama. Bukan main literasinya.
Dalam hal
kekerasan, secara prinsip setiap orang pasti menolak segala bentuk kekerasan,
walaupun sebagian kecil mengerjakannya tetapi secara prinsipnya pasti menolak,
harus di akui juga di Indonesia ada yang mengedepankan kekerasan namun
masyarakat Indoneaia yang cinta damai dengan modal litetasi dan moderasi, mengedepankan
dialog. Komunikasi, interaksi yang sehat dan konstruktif, memberikan pemahaman
yang lebih baik tentang keberagaman Agama dan keyakinan, mengatasi kesalah
pahaman yang sering kali menjadi akar permasalahan, mencari solusi terhadap
konflik yang sudah terjadi, mengantisipasi akan sebab akibat dari perselisihan
yang mungkin akan terjadi. sehingga Indonesia secara bersama-sama evektif
menghasilkan Negara majmuk yang bisa bersatu dan bersama dalam perbedaan.
Konflik di poso
yang terjadi antar Agama, bila hanya mengandalkan kekuatan otot tanpa
memanfaatkan jernihnya fikiran mungkin sudah lama terselesaikan dengan
pembasmian berkepanjangan, tapi inilah Indonesia menyelesaikan masalah tanpa
menimbulkan masalah, konflik berkepanjangan yang terjadi di Aceh,
penyelesaiannya pun dengan demikian hingga sekarang perselisihan bisa teratasi
dan masyarakatnya pun sekarang bisa hidup bersama dalam kedamaian, keamanan dan
kebahagiaan.
Dari dua konflik
besar tersebut sudah mewakili berbagai macam konflik lain yang terjadi dalam
Bangsa Indonesia dan dari dua kejadian tersebut pula sudah bisa menggambarkan
bagaimana bijaksananya Bangsa kita dalam menyelesaikan masalah perselisihan
sehingga masyarakatnya bisa akur hidup bersama-sama dalam perbedaan.
Bila kita menilik
secara mendasar ada beberapa sebab yang menyebabkan masyarakat Indonesia secara
khususnya tidak bisa akur, tidak bisa bersama-sama mewujudkan kenyamanan dan
kedamaian dalam perbedaan, antaranya adalah karna permusuhan yang menyimpan
sifat dendam sehingga berimbas kepada kelakuan dan kehidupan bermasyarakatnya.
Ada juga
masyarakat Indonesia yang tidak bisa akur karna berambisi untuk mendapatkan
jabatan atau kemuliaan yang di perebutkan satu sama lainnya, di saat ambisinya
tak terpenuhi timbullah kebencian yang menyebabkan perselisihan dalam
perbedaan.
Sebagian ada yang
disebabkan karena sifat sombongnya yang berlebihan sehingga memandang hina
kepada orang lain, di saat orang yang mendapatkan kelebihan maka sifat sombong
itu mendorongnya untuk membenci orang lain, mengedepankan ego tanpa bisa
dikendalikan oleh akal sehatnya.
Dari beberapa sebab ini mungkin bisa menjadi sebuah
tantangan tersendiri bagi masyarakat dan Bangsa kita dalam merajut keberagaman,
menjadi benalu dalam individu atau kelompok masyarakat di bumi pertiwi ini
sehingga kiat-kiat Literasi dan Moderasi terkendala.
Seberat
apapun tantangan, sebesar apapun kendala dan benalu, dengan tekat dan semangat
persatuan kita yakin pasti punya solusi untuk mengatasinya.
Bangga dengan
bangsaku
Indonesia, hidup dan jaya terus Nusantaraku tercinta.

Komentar
Posting Komentar