MATA ADALAH KUNCI
MATA ADALAH KUNCI
إنفتاح العين مفتاح لغلق الأخر – غلق العين
مفتاح لإنفتاح الأخر
Maksudnya : terbukanya mata jadi kunci untuk
menutup mata yang lain – menutup mata jadi kunci untuk terbukanya mata yang
lain.
Dari sudut pandang ilmu fiqh, bila setelah
berwuzuk kita tertidur dengan kondisi tidak tetap alat duduknya maka batal
wuzuknya, sebagai alasannya karena di saat tertidur dalam keadaan tanpa sadar
boleh jadi telah keluar sesuatu dari zuburnya, karena di saat kita tidur mata
terpejam maka tiada yang menggunci lobang zubur dan disaat jaga mata kita
terbuka akan menggunci lobang tersebut, terbukanya mata menjadi kunci untuk
menutup lobang zubur.
Kalau kita melihat dari sudut pandang ilmu
tasawuf, mata kepala menjadi kunci untuk mata hati, mata lahir menjadi kunci
untuk mata batin, terbukanya menjadi kunci untuk menutup yang lain demikian
pula bila ia tertutup.
QS Yusuf Ayat mulai ayat 8 menjelaskan tentang
kisah Nabi Yusuf As dengan Bapak dan Saudaranya, Al kisah Nabi yusuf As
mempunyai sebelas orang saudara, bapak Nabi Yusuf yaitu Nabi Ya’qub As menurut
anggapan saudaraNya lebih menyayangi Nabi Yusuf As dari pada mereka padahal
mereka ramai, hal ini di anggap sebagai sebuah kesalahan sehingga mereka merasa
kesal, merekapun mengatur siasat untuk memisahkan Nabi Yusuf As dengan Bapak
mereka sehingga bapakNya tidak lagi melihat Nabi Yusuf As kemudian akan
melupakanNya dan beralih menyayangi kepada mereka, itu siasat mereka.
Jawaban dan tanggapan Allah Swt, Aku kaburkan
mata Bapak kamu sehingga ia tidak dapat melihat kamu, selanjutnya Aku buka mata
batinnya, Aku lahirkan kasih sayangnya kepada Nabi Yusuf As hingga ia subuk
mengingat Nabi Yusuf As, melihat Nabi Yusuf As dengan mata batinnya, tidak
MelupakanNya dan tidak berbalik sayang kepada kamu, tertutup mata lahir namun
terbuka mata batin.
Persis seperti kisah Iblis La, di saat Iblis
di usir Oleh Allah Swt dari Surga, Iblis mengatur siasat untuk menjauhkan Nabi
Adam As dari Negeri qurbah dekat dengan Allah Swt, aku memperdaya Nabi Adam As
hingga di keluarkan dari Surga negeri qurbah dengan Allah Swt, menetap di bumi
dekat dengan aku, bisa melihat aku, tunduk kepadaku dan mengingkari Allah Swt.
Jawaban dan tanggapan Allah Swt, Aku hijab
mata manusia untuk melihatmu, selanjutnya Aku tuangkan mahabbah dan kerinduan
dalam hati mereka, Aku angkat hujab dari hati dan batin mereka, Aku pandang
kepada nya setiap hari sebanyak 360 kali sehingga sir dan qalbunya bisa
musyahadah kepada Aku, tidak berpaling kepadamu bahkan melaknatmu.
Bila mata lahir kita masih melihat selain
Allah Swt maka ia menjadi kunci untuk menutup mata batin sehingga akan sukar
musyahadah Allah Swt, sebaliknya bila mata lahir kita sering tertutup untuk
melihat dunia selain Allah Swt maka akan memudahkan mata batin kita untuk
musyahadah Allah Swt.
Dalam kitab I’anatu At-Thalibin syarah Fathul
Al-mu’in syarah Qurratu Al-‘Ain menjelaskan, di sunatkan untuk memulai Shalat
dengan keadaan suka hati dan kosong hati dari kesibukan dunia, Syariat telah mengajarkan
kepada kita demikian, di antara sekian banyak cara menghasilkan sunat demikian
salah satunya adalah dengan metutup mata ketika hendak Shalat, mengosongkan
fiiran dan hati dari kesibukan dunia, kita hadirkan Allah Swt yang kita sembah
seolah-olah berada di hadapan dan memperhatikan kita, menutup mata lahir untuk
membuka mata batin, sehingga di situ melahirkan makna ihsan yang di sampaikan
oleh Rasulullah Saw “engkau beribadah seolah olah engkau melihat Allah Swt, dan
jika engkau tidak bisa melihatNya maka yakinlah bahwa Ia melihatmu”.
Kazalik Wa Syukran.

Komentar
Posting Komentar