Mengharapkan KAUTSAR jauh dari ABTAR

 


Mendapatkan Kautsar dan terhindar dari Abtar.

Suatu hari ‘Ash bin Wail bertemu dengan Nabi Saw di pintu mesjid, setelah berbincang-bincang dengan Nya, ‘Ash pun masuk dan di dalam ada kaum Qurasy yang lagi duduk-duduk, merekapun bertanya “ngomong-ngomong tadi kamu bicara sama siapa”?, ‘Ash menjawab “itu tadi orang abtar (yang putus keturunan), ‘Ash menjawab demikian di karenakan pada waktu itu Nabi Saw barusan wafat anak Nya yang bernama Qasim, bagi seseorang yang tidak mempunyai anak laki-laki maka tidak ada yang menyambung nasabnya sehingga di namakan orang yang putus nasab.

Setelah kejadian itu Allah Swt menurunkan Surat Al-Kautsar sebagai pembelaan dan hiburan bagi Nabi Saw.

إنّا أعطيناك الكوثر ۝ 

Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu Kautsar.

Apa itu Kautsar ?, dalam kitab Tafsir Shawi terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan maksud dari Kautsar itu, ada yang bilang Kautsar itu adalah sungai di Syurga, ada juga yang bilang Kautsar itu kolam Nabi Saw, dan banyak lainnya sampai ada 16 pendapat, dan ada juga pendapat yang menyatakan maksud dari Kautsar ini adalah Kebaikan yang banyak, pendapat ini serasa cocok di karenakan mengcover semuanya.

Nah untuk mendapatkan kebaikan yang banyak ini bagaimana ?

فصلِّ لربّك وانحر ۝ 

Maka Shalatlah dan Berqurbanlah.

Kenapa Shalat bukan ibadah lain, dan kenapa di sandingkan dengan Qurban, apa Hikmahnya ?.

Dalam Tafsir tersebut juga di jelaskan, di karenakan Shalat itu adalah kumpulan segala Ibadah dan Shalat itu adalah tiang Agama, juga dengan Shalat berarti menunaikan hak Allah Swt, sedangkan Qurban, dengan berqurban berarti memberikan makanan, dengan memberikan makanan berarti menunaikan hak hamba/manusia, solusi untuk mendapatkan Kautsar kebaikan yang banyak adalah dengan Shalat menunaikan Hak Allah Swt dan dengan Berqurban menunaikan hak sesama hamba.

Adapun orang yang benci atau tidak suka sehingga ia tidak mau atau enggan menunaikan hak keduanya maka ia tidak bisa mendapatkan kebaikan Kautsar.

إنّ شانئك هو الأبتر ۝

Sesunguhnya orang yang membencimu/tidak suka kepadamu dialah yang Abtar (yang putus dari Kebaikan)

Dalam narasi yang lain, kita bisa mengambil iktibar dari kisah berqurbannya Habil dan Qabil, apa yang mendasari Habil berqurban (senang menjalankan syariat) dan apa yang mendasari Qabil berqurban (terpaksa dan ikut ikutan), bagaimana proses Habil bequrban (Ikhlas berqurban kibasy yang terbaik) dan bagaimana proses Qabil berqurban (tidak ikhlas dengan bukan gandum terbaik), yang di ujungnya Habil mendapatkan Kautsar dan Qabil mendapatkan Abtar.

 Tgk Firman Syukria

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUASA RAMADHAN

Mengobati Penyakit Marah

SHALAT TASBIH