Momentum Hijrah Sebagai Cikal Bakal Untuk Berubah

 


Momentum Hijrah Sebagai Cikal Bakal Star Untuk Berubah.

QS. Al-Baqarah ayat 218 :

إن الذين أمنوا  والذين هاجروا  وجاهدوا  فى سبيل الله , أولائك يرجون  رحمة الله , والله غفور رحيم .

Sesungguhnya orang yang beriman dan orang yang berhijrah dan berjihad pada jalan Allah Swt, mereka mengharapkan Rahmat Allah Swt, dan Allah Swt maha Pengampun dan Penyayang.

Rajak (harapan) dari orang yang berhijrah adalah mendapatkan Rahmat Allah Swt dan Khauf (kecemasan) dari mereka adalah laknat Allah Swt.

Dari gambaran besar kehidupan, kita bisa mengkategorikan Hijrah menjadi tiga kategori yang semuanya adalah berpindah dan berubah kepada yang lebih baik.

Yang Pertama adalah Hijrah Mahal atau Hijrah Zahiriyah.

Berpindah tempat, dari tempat yang di istilahkan dengan Maq’ad, Hijrak ketempat yang namanya Majelis,

QS Al-Jin ayat 9, menjelaskan tentang tempat yang istilahnya Maq’ad :

و أنا  كنا  نقعد منها مقاعد للسمع ,

فمن يستمع    

 الأن يجد  له  شهابا  رصدا .

Sesungguhnya kami (Iblis) mempunyai tempat di langit untuk mendengarkan berita.

QS Al-Mujadalah ayat 11, menjelaskan tentang tempat yang istilahnya Majlis :

يائيها  الذين أمنوا  إذا قيل لكم تفسحوا  فى المجالس فافسحوا  يفسح الله لكم , وإذا قيل انشزوا  فانشزوا  يرفع الله الذين أمنوا  منكم  والذين أوتوا  العلم  درجات , والله بما  تعملون  خبير .

Wahai orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “berikanlah kelapangan di dalam Majelis-majelis” maka lapangkanlah, niscaya Allah Swt akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila di katakan “berdirilah” maka berdirilah, niscaya Allah Swt akan mengangkat derajat orang yang beriman dan orang yang di berikan ilmu beberapa derajat, dan Allah Swt Maha Mengetahui dengan apa yang kamu kerjakan.

Dari dua ayat ini bisa kita dapatkan perbedaan antara Tempat Maq’ad dan Tempat majelis, yaitu : Maq’ad adalah tempatnya Iblis Jin Syetan laknatillah yang tentunya sangat jauh dari kebaikan, sedangkan Majelis adalah tempat yang mana di tempat itu kita mendapatkan kelapangan, lapang dada dan fikiran, serta di tempat majelis kita bisa mendapatkan ilmu, bisa menambah keimanan dengan itu  bisa mengangkatkan derajat kita di sisi Allah Swt.

Di warung, di tempat-tempat nongkrong, duduk-duduk atau ngobrol dengan teman namun bila tidak bisa kita dapatkan kelapangan, ilmu dan iman yang bisa mengangkat derajat kita, maka hijrahlah ke tempat lain yang termasuk dalam tempat Majelis, Tempat Majelis bukan sekedar di masjid atau balai-balai pengajian, di warung dan tempat nongkrongpun bila di situ bisa mengangkat derajat kita dengan ilmu dan iman maka itu termasuk Majelis. Hijrah Mahal atau Hijrah Zahiriyah.

Yang Kedua adalah Hijrah Fa’al dan Maqal atau Hijrah Syar’iyah.

Berpindah dari Prilaku dan perkataan yang tidak baik, hijrah kepada yang lebih baik.

QS. Al-Mukminun ayat 3 :

والذين عن اللغو معرضون .

Orang-orang yang beriman adalah orang yang hijrah meninggalkan pekerjaan dan perkataan yang tidak bermanfaat.

Kategori Hijrah ini tidak berpindah tempatnya tetapi berpindah perbuatannya, meninggalkan perbuatan yang sia-sia tidak berguna untuk akhiratnya hijrah dengan mengerjakan perbuatan yang baik berguna untuk akhiratnya.

Tak perlu pindah rumah, bila di rumah sering menghabiskan waktunya dengan pekerjaan yang tidak baik, bicara yang tidak bermanfaat untuk akhirat, hijrah dengan mengerjakan perbuatan yang baik, sering bicara baik, zikir baca Al-Quran atau perbuatan baik lainnya.

Tak perlu pindah warung/tempat nongkrong, bila di tempat itu sering mengerjakan perbuatan yang tidak bermanfaat bahkan sering atau pernah mengerjakan perbuatan haram, duduk-duduk sambil ngomong yang tidak bermanfaat, atau bahkan sering mengupat berdusta dll, sambil bermain permainan yang tidak bermanfaat bahkan haram, main HP, main judi online, game slot dll, dari yang tidak bermnfaat bahkan yang haram hijrah kepada perkataan dan perbuatan yang baik bermanfaat untuk akhiratnya.

Termasuk di Mesjid, tak perlu hijrah ke tempat yang lain, bila biasanya di Mesjid sering di gunakan untuk membicarakan hal duniawi yang tidak bermanfaat untuk ukhrawi, maka dari Fa’al dan Maqal yang demikian hijrah kepada perbuatan dan perkataan yang bermanfaat, dengan berzikir, membaca Al-Quran atau dengan I’tikaf saja. Hijrah Fa’al dan Maqal atau Hijrah Syar’iyah.

Yang Ketiga adalah Hijrah Hal Mahabbah atau Hijrah Hakikiyah.

QS Al-Baqarah ayat 165 :

و من الناس  من  يتخذ  من دون الله  أندادا  يحبونهم  كحب الله ,  والذين أمنوا  أشد  حبا لله ,  ولو يرى الذين ظلموا  إذ  يرون العذاب  أن القوة لله جميعا  و أن الله شديد العذاب .

Dan sebagian dari manusia ada yang menjadikan selain Allah Swt sebagai tandingan, mereka mencintainya sama seperti mencintai Allah Swt, orang yang beriman lebih mencintai Allah Swt dari pada yang lainnya.

Allah Swt, dari asal kejadian sudah ada bersama kita, memenuhi segala kebutuhan kita, berada di hati kita, tapi saat kita sudah besar hidup di dunia, dunia yang tidak ada apa-apanya malah melekat dalam hati, dunia boleh di cari tapi jangan sampai bersemayam di hati.

Allah Swt telah menjadikan kita, di berikannya dunia sebagai pembantu kita untuk mencari bekal pulang kepadanya, untuk memudahkan ibadah sebagai tujuan dari hidup kita, tapi malah kita berselingkuh dengan pembantu, mencintai pembantu sama seperti mencintai Allah Swt, bahkan parahnya lebih mencintai pembantu daripada Allah Swt yang telah memberikan segalanya.

Nah dari hal mahabbah cinta dunia ini kita Hijrah kepada cinta Allah Swt yang Hakiki, singkirkan dunia di hati, cukup satu cinta/mahabbah Allah Swt tanpa terbagi.

Dengan momentum Hijrah ini kita jadikan sebagai cikal bakal star perubahan, minimal mengubah diri kita sendiri dari Mahal yang tidak baik, dari Fa’al dan Maqal yang tidak baik, dan dari Hal Mahabbah yang tidak baik, Hijrah kepada yang lebih baik, bermanfaat bagi kita untuk kembali kepada Allah Swt.

 Tgk Firman Syukria

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUASA RAMADHAN

Mengobati Penyakit Marah

SHALAT TASBIH