3 Amalan Untuk Mengatasi 3 Masalah

 

Tiga Amalan Untuk Mengatasi Tiga Masalah.

I.                 Menghilangkan Keburukan Ingatan Dosa Maksiat di Hati.

Banyak maksiat-maksiat batin yang tidak nampak dan tidak lahir pada orang lain, namun maksiat batin ini menimbulkan dosa bagi kita dan berpotensi akan mengakibatkan kemaksiatan lahir yang akan nampak bagi orang lain. Nah, bila kita menginginkan agar keburukan maksiat itu hilang dari hati kita jangan sampai berlanjut dan melahirkan dosa-dosa yang lain, maka ada suatu amalan yang bisa kita amalkan sebagaimana yang termaktub dalam Kitab Tazkiratu An-Naas halaman 374.

Berkata oleh Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-‘Athas Razhiallahu ‘Anhu, “jika terlintas di hatimu suatu keburukan atau suatu kemaksiatan, maka angkatlah kepalamu ke langit dan katakan “الله  Allaah” sambil menahan nafas dan dengan sukun ha Nya, maka sesungguhnya segala keburukan dan kemaksiatan yang ada di hatimu akan terbakar dengan zikir ini dan akan hilang seketika itu, telah mengijazah amalan ini kepadaku oleh Sayid Ahmad Dahlan. Adapun hikmah mengangkat kepala ke langit karena sesungguhnya syetan itu tidak bisa mendatangi kita lewat atas sebagaimana Firman Allah Swt dalam Al-Quran QS:Al-A’raf Ayat 17”.

Bila keburukan maksiat itu Cuma sekedar terlintas atau teringat saja mungkin bisa saja hilang dengan sekali mengamalkannya dan sekali mengucapkan Allah, namun bila maksiat batin itu sudah tetap atau sudah lama bersemayam di hati, maka dibutuhkan usaha yang lebih banyak, banyak dalam mengamalkannya dan banyak mengucapkan kalimat Allah dalam amalannya.

Mengucapkan kalimat Allah sambil menahan nafas, sukun ha dan mengangkat keala keatas, di penghabisan nafas sambil menurunkan kepala kita membayangkan seolah-olah kita telah menerima nur Allah dan menancapkannya di hati sehingga keburukan dan maksiat di hati itu tidak ada lagi.

 

II.              Menghilangkan Perasaan Susah Dan Gundah Di Hati.

Tak sedikit dari kita yang sering susah dan gundah, baik susah dan gundah terhadap sesuatu yang belum kita dapatkan maupun susah dan gundah terhadap sesuatu yang sudah kita dapatkan, padahal apapun sesuatu tersebut tidak perlu kita susahi dan gundahkan karena pada hakikatnya semua sudah ada yang mengatur, bila itu sudah menjadi bagian kita apakah kita gundah atau tidak, susah atau tidak namun itu tetap kita dapatkan. Nah, bila kita menginginkan supaya di hilangkan kesusahan dan kegundahan itu, maka ada satu amalan yang bisa kita amalkan sebagaimana yang termaktub dalam Kitab I’anatu At-Thalibin juzuk satu halaman 184.

Berkata Imam An-Nawawi dalam Al-Azkar dan telah kami riwayatkan dalam Kitab Ibnu Sina dari Anas Razhiallahu ‘anhu, ada lah Nabi Saw apabila telah selesai dari Shalatnya, maka Ia mengusab muka Nya dengan tangan kanan Nya, kemudian berkata Ia  “Asyhadu Allaa Ilaaha Illa Huwar Rahmaanur Rahiim, Allahumma Azhib ‘annil Hamma wal Huzna,

أَشْهَدُ أَن لّاَ إلهَ اِلّاَ هُوَ الرَّحْمَانُ الرَّحِيْمُ ,  اَللّهُمَّ  أَذْهِبْ  عَنِّى الْهَمَّ  وَ الْحُزْنَ .

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLA HUWAR RAHMAANUR RAHIIM, ALLAHUMMA AZHIB ‘ANNIL HAMMA WA HUZNA.

Yang artinya : Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan Selain Allah yang maha pengasih dan penyayang, ya Allah hilangkanlah dari diriku akan kesusahan dan kegundahan.

 

III.            Menghilangkan Kesempitan Dalam Hidup.

Dalam menjalani kehidupan seringkali kita mengalami kesempitan hidup, yang mana kesempitan itu bisa membuat kita frustasi dan putus asa. Nah untuk melepaskan diri dari kesempitan itu ada satu amalan yang bisa kita amalkan sebagaimana yang termaktub di dalam Kitab Syarah Al-Majalisu At-Tsaniyah halaman 55.

Sebagian dari doa dan amalan yang mustajabah apabila seseorang mengalami suatu urusan yang sempit/picik, maka hendaklah ia menggenggam/mengepal tangan kanannya, kemudian ia membukanya secara perlahan dengan kalimat

لَا حَوْلَ  وَلَا قُوَّةَ  إِلّاَ بِللّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ ,  اَللّهُمَّ  لَكَ الْحَمْدُ  وَمِنْكَ الْفَرْجُ  وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى  وَبِكَ الْمُسْتَعَانُ   وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِللّهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ .

LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYIL ‘AZHIIM, ALLAHUMMA LAKAL HAMDU WA MINKAL FARJU WA ILAIKAL MUSYTAKA WA BIKAL MUSTA’AAN WA LAA HAULA WA LAA QUWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYIL ‘AZHIIM.

Hal ini sebagai pengakuan diri kita lemah tak mampu apapun, jangankan yang lain melepaskan genggaman tangan saja tak mampu kecuali dengan ilah daya qudrah Allah Swt, dan juga ini menjadi doa lewat tafaul kita, sebagaimana lepas genggaman tangan ini maka sedemikian juga lepas kesempitan yang kita alami.

Tgk Firman Syukria

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUASA RAMADHAN

Mengobati Penyakit Marah

SHALAT TASBIH