Pahala dan Fazilah Berlimpah pada Bersin dan Menguap
Pahala Melimpah pada Bersin Dan Menguap.
A. Hal-hal yang di sunatkan bagi orang yang
bersin :
1. Di sunatkan meletakkan sesuatu seperti tangan
dan kain pada mulutnya di ketika bersin.
2. Di sunatkan sebisa mungkin merendahkan
suaranya di saat bersin.
Karena bersin dengan besar / tinggi suara itu
dari setan (HR Ummu Salamah), dan lagi Allah Swt membenci bersin dengan tinggi /
besar suara (HR Abi Hurairah).
3. Di sunatkan memuji Allah Swt (Tahmid) setelah
bersin dengan mengucapkan :
ALHAMDULILLAH
اَلْحَمْدُ لله
Lebih afzal lagi ALHAMDULILLAAHI RABBIL
‘AALAMIIN اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Lebih afzal lagi ALHAMDULILLAAHI ‘ALA KULLI
HAALIN اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Karena ada riwayat hadits yang menyatakan
“siapa yang membaca pujian yang ini setelah bersinnya maka akan di angkat dari
nya sebanyak tujuh puluh macam penyakit, yang paling ringan dari tujuh puluh
itu adalah penyakit kusta”.
Di syaratkan untuk membesarkan suaranya di
saat membaca pujian ini sekira-kira di dengar oleh orang yang dekat dengannya.
Bila ia sedang dalam Shalat maka di sunatkan mengucapkan
ini dengan cara sir.
Bila ia sedang dalam keadaan kencing atau
sejenisnya maka di sunatkan mengucapkan ini dalam hatinya.
4. Di sunatkan membaca do’a setelah bersin,
do’anya adalah :
اَللّهُمَّ ارْزُقْنِى مَالًا يَكْفِيْنِى وَبَيْتًا يَأْوِيْنِى وَاحْفَظْ عَلَيَّ عَقْلِى وَدِيْنِى وَاكْفِنِى شَرَّ مَنْ يُؤَذِّنِى
ALLAAHUMMARZUQNY MAALAN YAKFIINY WA BAITAN
YAKWIINY WAHFAZH ‘ALAIYA ‘AQLY WA DIINY WAKFINY SYARRA MAN YUAZZINY
Siapa yang membaca do’a ini setelah bersin
maka akan di berikan permintaannya (Bujairimi).
5. Di sunatkan menjawab orang yang bertasymit
untuknya dengan ucapan do’a :
YAHDIIKUMULLAAH يَهْدِيْكُمُ اللهُ
Atau YUSHLIHU BAALAKUM يُصْلِحُ بَالَكُمْ أى شأنكم
Atau YAGHFIRULLAAHU LAKUM يَغْفِرُ اللهُ لَكُمْ
Karena ada riwayat Hadits yang memerintahkan
demikian.
B. Hal yang di sunatkan bagi yang mendengar orang
bersin :
1. Jika ia mendengar Tahmidnya orang yang bersin
maka di sunatkan untuk mendo’akannya (Tasymit) dengan do’a khusus bersin yaitu
:
YARHAMUKALLAAH يَرْحَمُكَ اللهُ
Atau RAHIMAKUMULLAAH رَحِمَكُمُ اللهُ
Ini jika yang bersin itu adalah orang yang
sudah baligh, adapun jika ia belum baligh maka do’a Tasymitnya adalah :
ASHLAHAKALLAAH أَصْلَحَكَ اللهُ
Tasymit ini hukumnya sunat kifayah bila yang
mendengarnya itu jama’ah, dan sunat ‘ain jika yang mendengarnya itu cuma
seorang saja.
Di sunatkan Tasymit ini jika ia mendengarkan
Tahmid orang yang bersin sesudah bersinnya dengan tiada berselang waktu yang
lama sekitar waktu diam bernafas, jika berselang waktu melebihi dari itu maka
tidak di sunatkan Tasymit baginya.
Di syaratkan untuk membesarkan suaranya di
saat mengucapkan Tasymit ini sekira-kira di dengar oleh orang yang bertahmid
itu.
Jika ia meragukan apakah orang yang bersin itu
ada mengucapkan Tahmid atau tidak, maka di sunatkan baginya untuk Tasymit
dengan mengucapkan YARHAMULLAAHU MAN HAMIDAHU
يَرْحَمُ اللهُ مَنْ حَمِدَهُ
2. Disunatkan untuk memperingatkan orang yang
bersin agar mengucapkan Tahmid, karena itu termasuk menolong untuk kebajikan,
dan fazilahnya bisa terhindar dari tiga penyakit, penyakit mata, penyakit
telinga dan penyakit perut, karena ada riwayat Hadits :
مَنْ سَبَقَ الْعَاطِسَ بِالْحَمْدِ أَمَنَ مِنَ الشَّوْصِ وَالْلَوْصِ وَالْعَلُوْصِ
“siapa yang memberitahukan orang
yang bersin untuk mengucapkan Tahmid maka ia akan aman dari sakit mata dan
sakit telinga dan sakit perut”.
3. Ketika orang bersin lebih dari tiga kali, maka
di sunatkan Tasymit untuk tiga kali bersin, sedangkan yang lebih dari tiga itu
di sunatkan untuk mendo’akannya dengan do’a kesembuhan, karena itu adalah
bersin di sebabkan ia lagi sakit, maka do’anya antara lain seperti : SYAFAKALLAAH
شَفَكَ اللهُ atau
‘AFAKALLAAH عَفَكَ اللهُ atau SALLAMAKALLAAH سَلَّمَكَ اللهُ.
C. Hal yang di sunatkan bagi orang yang menguap:
1. Di sunatkan sebisa mungkin untuk menolak dari
menguap itu, karena Allah membenci menguap itu sebagimana Sabda Nabi Saw pada
Hadits Riwayat Abu Hurairah :
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعَطَاسَ وَيُكْرِهُ التَّثَاؤُبَ
Sesungguhnya Allah
Swt menyukai bersin dan membenci menguap (HR Abu Hurairah).
Dan juga karena
menguap itu sumbernya dari setan, sehingga di saat ada yang menguap maka setan
akan tertawa senang melihatnya, sebagaimana dalam Hadits Abu Hurairah :
وَأَمَّا التَّثَائُبَ
فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ
فَإِذَا تَثَائَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ أَحَدُكُمْ إِذَا تَثَائَبَ ضَحَكَ مِنْهُ
الشَّيْطَانُ
Adapun menguap,
maka itu sumbernya dari setan, maka apabila kamu menguap hendaklah menahannya
sebisa mungkin, karena jika kamu menguap maka setan akan tertawa senang
melihatnya (HR Abu Hurairah)
2. Di sunatkan menutup mulutnya di saat menguap
karena setan bisa masuk lewat mulut kita disaat itu sebagaimana tersebut dalam
Hadits Riwayat Abi Sa’id Al-Khudri :
إِذَا تَثَائَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِّهِ
عَلَى فَمِّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ
Apabila kamu
menguap, maka tutuplah mulutmu dengan tanganmu di karenakan setan akan masuk
lewat mulut (HR Abi Sa’id Al-Khudri).
3. Di sunatkan merendahkan suaranya di saat
menguap, karena Allah Swt membencinya sebagaimana dalam Hadits Riwayat Abdullah
Bin Zubair :
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُكْرِهُ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالتَّثَائُبِ
وَالْعَطَاسِ
Sesungguhnya
Allah ‘Azza wa Jalla membenci menguap dan bersin dengan tinggi suara (HR
Abdullah Bin Zubair)
Dan juga karena
menguap dengan bersuara itu bagian dari setan sebagaimana dalam Hadits Riwayat
Ummu Salamah :
اَلتَّثَائُبُ الرَّفِيْعُ وَالْعَطْسَةُ الشَّدِيْدَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ
Menguap dan
bersin dengan tinggi suara itu bagian dari setan (HR Ummu Salamah).
Tgk Firman Syukria (Nuqila min Kitab I’anatu
At-Thalibin Juzuk IV hal 192).

Komentar
Posting Komentar