Ramuan Herbal Untuk Mengobati Penyakit Loba dan Tamak
Ramuan Untuk Mengobati Sifat Loba dan Tamak.
Loba adalah terlalu suka kepada sesuatu adakala harta (makanan,
pakaian atau tempat tinggal) ataupun lainnya seperti jabatan. Kebalikan dari
sifat loba ini adalah Qana’ah (merasa cukup).
Tamak adalah terlalu suka terhadap sesuatu yang ada pada milik
orang lain. Kebalikan dari sifat Tamak ini adalah rasa putus asa atau putus
harapan tak berharap terhadap sesuatu yang sudah milik orang
lain.
Karena terlalu suka (loba dan tamak) ini sehingga berpotensi
menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya bahkan sampai marah dan benci kepada orang yang
melarangnya.
Seperti terlalu suka kepada uang sehingga kerja berlebihan siang
malam, di saat ada yang melarang malah marah kepada yang melarangnya. Karena
terlalu suka kepada harta sehingga hilang rasa sayangnya, hilang rasa
ingin bersedekahnya.
Rasulullah Saw melarang kita untuk terlalu berlebih lebihan dalam
berusaha, karena apa yang sudah tertulis di dalam takdir kita itu yang kita
dapatkan tak lebih dari itu walaupun kita lebih banyak dalam berusaha, dan tak
akan meninggal seseorang sebelum habis ia mendapatkan jatah miliknya.
Solusi untuk mengobati sifat Loba dan Tamak ini adalah dengan Sabar, Ilmu dan Amal, yang mana
ketiganya terhimpun dalam lima perkara :
1)1. Pertengahan dalam berbelanja sekadar keperluan memadanya, makanan jangan diperbanyak lauknya, pakaian yang tidak berlebihan, tempat tinggal yang layak. Membiasakan dengan dengan yang sederhana,
membiasakan tidak berlebihan.
2)2. Bila mendapatkan rizki sekadar memadanya, maka jangan
susah dan gundah hatinya dalam memikirkan untuk hari esok.
3)3. Memahami dengan sesungguhnya bahwa Tamak dan Loba itu adalah sifat
yang buruk dan dicela pada Syara’, sedangkan tidak loba dan tidak tamak itu di
puji dan baik pada Syara’.
4)4. Sering memikirkan nikmat orang yahudi, nasrani, orang fasik dan
orang yang kurang akalnya, bagaimana mereka loba dan tamak dalam membanyakkan
harta mereka, banyak nya harta mereka itu bukan di karenakan Allah menyukai
mereka, ini dibarengi dengan sering memikirkan hal ahwal para Nabi-Nabi, Auliya
Allah dan orang-orang Salih, bagaimana mereka Qana’ah dalam berusaha mendapatkan
harta. maka sepantasnya bagi orang yang sempurna akalnya untuk mengikuti hal
ahwal para Nabi dan orang-orang Salih ini dan jangan mengikuti orang yang
kurang akalnya.
5) 5. Memikirkan kebinasaan yang di alami oleh orang yang membanyakkan
hartanya, bagaimana akibat kesudahan dari hal mereka dan bagaimana hal nya di
dalam kuburnya.
Dengan lima hal ini seseorang akan mudah untuk memiliki sifat
Qana’ah yang terpuji dan bisa mengurangi sekaligus menghilangkan sifat loba dan
tamak yang tercela, dan tiang dari segala pekerjaan ini adalah Sabar dalam
kepapaan.
Tgk Firman Syukria (nuqila min kitab Siru
As-Salikin Juzuk III Hal 118)

Komentar
Posting Komentar