Fadhilah Shalat Dhuha sampai 12 rakaat


QS Sad (38) Ayat 18 :

إِنَّا سَخَّرْنَا ٱلْجِبَالَ مَعَهُۥ يُسَبِّحْنَ بِٱلْعَشِىِّ وَٱلْإِشْرَاقِ

Terjemahan Kemenag : Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,

Menurut Tafsir Ibnu Abbas, maksud dari tasbih adalah Shalat dan Isyraq itu adalah Dhuha, ini yang di i'timatkan oleh Sahib Fathu Al-Mu'in. 
Menurut Tafsir Jalal Al-Mahalli, Tasbih tetap pada makna dasarnya dan isyraq itu adalah Shalat sunat Isyraq yang dikerjakan pada waktu irtifa' matahari.

Dalam Sebuah Hadits riwayat Syaikhani dari Abu Hurairah Rasulullah Saw berwasiat dengan tiga perkara, Pertama Puasa 3 hari, kedua Shalat Dhuha dan yang ketiga Witie sebelum tidur.

Dalam Hadits riwayat Tabrani dari Abu Hurairah Rasulullah Saw juga mengatakan bahwa didalam Syurga ada sebuah pintu yang bernama Dhuha, pada hari Kiamat akan dipanggil orang yang melaksanakan Shalat Dhuha untuk memasukinya.

Rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimalnya 12 rakaat.
Dalam Kitab Tahkiq dan Kitab Majmu' serta mayoritas Ulama mengatakan bahwa maksimalnya 8 rakaat, diharamkan lebih dari itu dengan niat Shalat Dhuha.
Dalam Kitab Raudhah wa Ashliha dijelaskan bahwa Shalat Dhuha yang afzalnya sampai 8 rakaat dan dibolehkan lebih dari itu sampai 12 rakaat.

Fadhiahnya berdasarkan dari Hadits Abizar :
2 rakaat : orang yang mengerjakannya tidak termasuk dalam orang yang lalai.
4 rakaat : orang yang mengerjakannya tergolong dalam orang yang baik.
6 rakaat : orang yang mengerjakannya termasuk dalam orang yang qunut/khusyuk.
8 rakaat : orang yang mengerjakannya tergolong dalam orang yang faizin/bahagia.
10 rakaat : orang yang mengerjakannya pada hari itu diampuni dosanya.
12 rakaat : orang yang mengerjakannya akan dibuatkan rumah didalam Syurga.

Waktunya :
Waktunya adalah mulai dari terangkat matahari kadar satu galah/tombak sampai dengan zawal.
Waktu ikhtiarnya adalah sampai seperempat nahar/hari.

Ayat-ayatnya :
Ayat yang warid untuk dibacakan pada dua rakaat adalah Surat As-Syamsi dan Ad-Dhuha.
ada juga riwayat yang menyatakan ayatnya adalah Surat Al-kafirun dan Al-Ikhlas.

(Al-Faqir Tgk Firman Syukria)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUASA RAMADHAN

Mengobati Penyakit Marah

SHALAT TASBIH