4 Langkah Meraih Piala dalam Pelombaan Fid Dunia Lil Akhirah
(Refleksi PIALA DUNIA 2026).
Berdasarkan Surat Al-Baqarah (2) Ayat 148
وَلِكُلٍّۢ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا۟ يَأْتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Dunia adalah tempat perlombaan/ pertandingan dimana kita dituntut untuk memilih berperan dalam setiap perlombaan/ pertandingan tersebut.
Dimana dan sejauh mana peran kita akan menentukan hasil akhir dari perlombaan/ pertandingan itu.
Setidaknya ada 4 langkah peran kita untuk menuju kemenangan.
1. Memilih bermain bukan sekedar menonton.
Hasil juara kemenangan yang didapat adalah milik pemain, bila kita hanya sekedar menjadi penonton maka kita tidak mendapatkan hasil apa-apa.
Menjadi penonton orang shalat, menonton orang bersedekah, menonton orang mengaji/melajar/menuntut ilmu/hadir di majelis taklim. Kita dapat apa ! nihil.
2. Menjadi pemain inti bukan pemain cadangan.
Pemain cadangan jam terbangnya kurang sangat rentan untuk gagal dalam meraih kemenangan, hasil akhirnya meragukan, ambil yang pasti pasti aja. Da’ ma yuribuka.
3. Pertahanan yang kokoh.
Menang bukan hasil yang dilihat didepan tapi buah dari pertahanan dibelakang yang kokoh tidak kebobolan.
Shalat dan kebaikan lain tidak penah bobol, bila sudah kebobolan maka akan sulit untuk meraih kemenangan apalagi kebobolan dalam jumlah yang tidak sedikit.
4. Finising/ penyelesaian akhir yang bagus.
Walaupun bagus permainannya, bagur pertahanannya, tapi bila finisingnya kurang bagus maka kemenanangan akan sulit untuk diraih.
Bagus dalam shalatnya, bagus kebaikannya tidak menjamin akan bagus disaat akhir hidupnya, saat nyawa berpisah dengan raga.
Sejarah Syeh Barsisa memberi pelajaran berharga, dimana seorang Syeh, ahli ibadah, ahli ilmu sekalipun tidak ada kepastian akan meninggal dalam husnul khatimah.
Allahummakhtim ajalana bihusnil khatimah wala takhtim ajalana bisuil khatimah.
Ya Allah jadikanlah finising kami finising yang bagus jangan jadikan penyelesaian akhir kami penyelesaian akhir yang buruk.
Dengan bermain bukan sekedar menonton, menjadi pemain inti bukan cadangan, pertahanan yang kokoh tidak kebobolan dan dengan finising yang bagus insya-a Allah kita akan meraih kemenangan.
Al-Faqir Tgk Firman Syukria, S.H

Komentar
Posting Komentar