Api diantara Air dan Bensin
*Api diantara Air dan Bensin*
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَا رِ وَزُلَـفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗ اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِ ۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ
"Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)."
(QS. Hud 11: Ayat 114)
Air Amalan Kebaikan bisa memadamkan Api Dosa Kecil.
Api, bila kecil mudah untuk dipadamkan, memada dengan kipasan tangan, percikan atau segelas air.
Tapi bila api itu besar, sulit untuk dipadamkan, mobil pemadam bahkan belum tentu bisa memadamkan apalagi cuma seember air.
Dosa pun demikian.
bila dosanya besar maka tidak mudah untuk mendapatkan pengampunan, air penyesalan, berjanji, dan minta ampun saja belum tentu bisa memadamkannya apalagi Cuma semata-mata istighfar.
Tapi Bila skalanya kecil, mudah untuk mendapatkan pengampunan, dengan air Istighfar, mengerjakan amalan kebaikan sudah bisa memadamkannya.
Yang mana dosa kecil ? banyak, antara lain :
- Melihat aurat orang lain, seperti muka perempuan ajnabiah.
- Besentuhan dengan ajnabi, seperti bejabat tangan.
- Membuka aurat, seperti memakai celana pendek, tidak memaki hijab jilbab/niqab.
- Dan banyak lagi dosa-dosa kecil lainya.
Namun bila api dosa kecil itu disulut dengan bensin maka ia akan jadi besar, bila sudah membesar maka sulit untuk dipadamkan.
Nah, bila dosa itu ibarat api, amalan kebaikan itu ibarat air, lalu yang menjadi bensin itu apa?.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan, ada 6 jenis merk bensin yang mana dengan sebab dia bisa menyulut api dosa kecil menjadi dosa besar.
1. Dengan sebab melakukannya berulang kali.
Sekali dua kali melihat aurat berjabat tangan membuka aurat masih kecil, tapi bila sudah berulang kali maka ia jadi besar.
Imam Al-Ghazali berkata :
لا صغیر مع الاصرار ولا کبیر مع الاستغفار
Dosa kecil akan jadi besar jika dilakukan berulang kali, dosa kecil akan hilang tak kan jadi besar bila disertai Istighfar.
2. Dengan sebab meremehkannya/ menyepelekannya.
“Tak apa apa cuma lihat begitu biasa aja, Cuma jabat tangan ndak apa-apa, pakai celana pendek aja walaupun dosa kan Cuma dosa kecil”.
Awas hati-hati, itu bensin.
Rasulullah Saw besabda :
المٶمن یری ذنبه کالجبال فوقه یخاف أن یقع علیه ،
والمنافق یری ذنبه کذباب علی أنفه فأطاره .
Orang Mukmin melihat dosa itu bagaikan gunung, ia takut akan jatuh ke atasnya, sedangkan orang Munafiq itu melihat dosanya seperti lalat yang hinggap dihidungnya, mudah ia mengusirnya.
3. Dengan sebab bangga dan bermegah-megah melakukannya.
Setelah melakukan dosa kecil bukannya merasa bersalah malah dengan bangga menceritakan kepada orang lain.
“Tadi aku melihat perempuan parasnya cantik lo, aku pernah berjabat tangan dengan perempuan itu” (guru perempuan misalnya).
4. Dengan sebab menganggap mudah dampak akibatnya.
“Bila aku berdosa atau didatangkan musibah karena dosa itu ngak apa-apa aku sanggup memikulnya kan Cuma akibat dari dosa kecil”.
5. Dengan sebab melakukannya dikhalayak orang ramai.
Sendiri atau dihadapan seorang dua orang itu masih kecil tapi bila dipasar dihadapan orang banyak dan atau banyak yang melihatnya atau banyak yang tau karena di viralkannya itu menyulutkan api kecil menjadi dosa besar.
6. Dengan sebab dilakukan oleh orang ‘Alim yang ada pengikutnya.
Tgk Firmn Syukria

Komentar
Posting Komentar